Gerakan Sanggar atau yang akrab dengan sebutan Gersang ini tidak serta merta berdiri begitu saja.
Berawal dari perkumpulan pemuda dengan orientasi pemikiran dan tujuan yang sama, khawatir akan generasi yang katanya millenial ini yang setiap hari hampir tidak bisa lepas dari yang namanya gadget, budaya membaca menurun, nilai-nilai moral yang kian memburuk.
Kemudian, tepat tanggal 17 Mei 2020 pukul 20.00 sekumpulan pemuda duduk melingkar dalam Forum Diskusi di Angkringan RANGKUL, yang terletak di Desa Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni ; Kabupaten Pekalongan saling menyampaikan pendapat tentang bagaimana solusinya tentang masalah-masalah yang ada.
Para pemuda yang terlibat dalam diskusi tersebut antara lain
1. M. Khoirul Umam (dari kelurahan Pekajangan, Kedungwuni Kab. Pekalongan)
2. Zidni (Galang Pengampon, Wonopringgo Kab. Pekalongan)
3. Sopari (Tangkil Kulon, Kedungwuni Kab. Pekalongan)
4. Muhammad Hafidzudin (Pekajangan, Kedungwuni. Kab. Pekalongan)
5. Rekan Sakhiful Khafin (Tangkil Kulon, Kedungwuni Kab. Pekalongan)
6. Kamal Hasan (Pekajangan, Kedungwuni. Kab. Pekalongan)
7. Sukron (Pekajangan, Kedungwuni Kab. Pekalongan)
8. Kohar (Tangkil Kulon, Kedungwuni Kab. Pekalongan)
9. Firdan (Tangkil Kulon, Kedungwuni Kab. Pekalongan)
10. Dewi Diana (Tangkil Kulon) dan lain lain.
Hingga pada satu titik sepakat, membentuk satu Komunitas yang bergerak dibidang sosial pendidikan, yang kita kenal sekarang dengan sebutan GERSANG (Gerakan Sanggar).
Gersang terbentuk dengan ketua pertamanya yaitu Khoirul Umam dari Pekajangan, Kedungwuni, Kab. Pekalongan, pada tanggal 17 Mei 2020, yang ternyata bertepatan dengan hari buku Nasional semoga sebagai pertanda baik untuk Gersang kedepannya dalam menjalankan setiap program kerjanya.
B. Arah dan Tujuannya
GERSANG (Gerakan Sanggar) sendiri fokus pada dua titik tujuan (manfaat, manfaati).
manfaat (untuk diri sendiri), kemudian manfaati itu bahasa jawa yang artinya manfaat untuk orang lain.
1. manfaat
di sini yang dimaksud adalah, bahwa seluruh Anggota Gersang wajib belajar dan mengaplikasikan ilmunya untuk dirinya sendiri terlebih dahulu.
di dalam Gersang sendiri ada yang namanya forum diskusi yang wajib diikuti oleh seluruh anggota gersang.
forum tersebut bernama "SIRAM" (Sinau Rame-rame), forum diskusi tersebut pada awalnya dilaksanakan dua minggu sekali hingga pada akhirnya mencapai kesepakatan untuk diskusi sebulan sekali setiap tanggal 17 kalender Masehi (sesuai tanggal berdirinya Gersang).
Dalam SIRAM sendiri, membahas berbagai hal mulai dari sejarah tokoh-tokoh besar yang bisa memotivasi, pendidikan, sosial budaya, hingga perilaku anak jaman now dibahas secara tuntas dalam diskusi.
SIRAM ini sangat penting bagi seluruh anggota yang nantinya akan terjun langsung ke masyarakat, jadi anggota terjun ke masyarakat itu sudah ada isinya, sudah berbobot.
2. Manfaati
Dari awal pembentukan, Gersang sudah mulai bergerak untuk membentuk perpustakaan, guna menunjang kegiatan gersang selanjutnya, seperti mengadakan bimbingan belajar untuk anak-anak desa secara gratis, belajar alquran setiap bada maghrib, dan sebagai fasilitator untuk mempermudah bagi siapa saja yang memerlukan buku. Sampai sekarangpun, Gersang tetap menerima siapapun yang ingin mendonasikan buku, uang, ataupun yang lainnya guna memajukan Gerakan Sanggar ini agar terus berkarya, bermanfaat bagi sesama.
semoga Allah swt., meridhai niat kita semua, memberikan hati yang ikhlas agar terus berjuang di jalan Allah swt.
salam literasi.
Penulis : Muhammad Hafidzudin
Instagram : Gersang17sy



Aajiib semangat❤️
BalasHapus